Kontan Online

WALL STREET

Wall Street rebound di akhir pekan

Saturday, 12 August 2017 | Dupla Kartini

KONTAN.CO.ID - Bursa saham Amerika Serikat akhirnya rebound, Jumat (11/8). Wall Street mengakhiri pekan terburuk kedua di tahun ini dengan mendarat di zona hijau.

Mengutip CNBC, S&P 500 ditutup naik tipis 3,11 poin atau 0,13% ke level 2.441,32. Indeks S&P mencatatkan kinerja mingguan terburuk kedua pada pekan ini dengan turun 1,43%. Sebelumnya, indeks pernah turun lebih tajam pada Maret lalu.

Dow Jones Industrial Average (DJIA) menguat 14,31 poin atau 0,07% menjadi 21.858,32. Dow Jones juga menutup kinerja mingguan terburuk kedua tahun ini, dengan dukungan saham Apple. 

Lalu, Nasdaq Composite naik 39,68 poin atau 0,64% ke posisi 6.256,56, terutama disokong saham-saham teknologi besar.

Pasar saham sedikit menguat di tengah investor mencoba menimbang seberapa berat ketegangan antara AS dan Korut. Di sesi sebelumnya, aksi saling mengancam antara AS dan Korut menumbangkan bursa Wall Street.

Jumat, Presiden Donald Trump men-tweet peringatan lain yang mengejutkan kepada Korea Utara pada Jumat. Tweet tersebut datang sehari setelah Trump mengatakan, peringatan sebelumnya terhadap Korut soal ancaman "api dan kemarahan" kemungkinan tidak cukup.

"Ini adalah situasi yang sangat cair. Biasanya akan terlihat beberapa pembeli masuk di tengah aksi jual," kata Kepala strategi pasar Prudential Financial Quincy Krosby seperti dilansir CNBC.

Indeks volatilitas CBOE (VIX) sebagai indikator kecemasan pelaku pasar, melandai ke level 15,7, setelah sempat menyentuh level tertinggi sejak pemilihan presiden.

Pasar juga bereaksi terhadap data Indeks Harga Konsumen atau inflasi bulan Juli yang naik 0,1%, di bawah ekspektasi kenaikan 0,2%. "Karena angkanya turun, pasar melihat sebagai indikasi bahwa Fed tidak akan menaikkan suku bunga pada bulan September," kata Robert Pavlik, Kepala strategi pasar di Boston Private. 

Ekspektasi pasar untuk kenaikan suku bunga pada Desember kembali turun setelah data IHK dirilis. Hanya 38% investor yang memprediksi bank sentral akan menaikkan suku bunga lagi di akhir tahun ini, turun dari sebelumnya sekitar 45%. 

"Korea Utara menjadi berita utama, tapi jangan lupa bahwa kita menutup pintu pada musim pendapatan yang sangat mengesankan," ujar Ryan Detrick, Ahli strategi pasar di LPL Financial. "Ini akan menjadi pertumbuhan pendapatan dua digit pertama sejak akhir 2011. Ini adalah pemulihan pendapatan global," imbuhnya.

Source : CNBC

Reporter: Dupla Kartini
Editor: Dupla Kartini