Kontan Online

KONFIK AS-KORUT

Sentimen Korut, ini formula investasi yang tepat

Sunday, 13 August 2017 | Elisabet Lisa Listiani Putri

KONTAN.CO.ID - Konflik geopolitik yang terjadi di semenanjung Korea dan melibatkan Korea Utara serta Amerika serikat sedikit banyak mempengaruhi pasar, beberapa analis menyatakan bahwa dengan adanya konflik ini investor cenderung akan mengambil sikap tunggu terhadap investasi mereka.

Direktur Mandiri Manajemen Investasi, Endang Astharanti mengatakan bahwa terkait tension North Korea yang semakin memanas, sentimen di pasar saham jumat menunjukkan kinerja index saham negatif di global maupun domestik. Sedangkan untuk pasar obligasi di Indonesia yield obligasi sempat naik namun memiliki dampak terbatas sekitar 2bps.

"Saran kami bagi para investor agar juga mulai hati-hati menyikapi, dengan membuat alokasi portofolio yang lebih terdiversifikasi. Porsi alokasi masing-masing jenis aset atau reksa dana bisa berbeda-beda tergantung profile toleransi risiko investor." kata Endang kepada KONTAN, Minggu ( 13/8)

Menurutnya, porsi saham atau reksa dana saham bisa dikurangi dengan menambah porsi instrumen pasar uang atau reksadana Pasar Uang dengan porsi investor yang cenderung agresif bisa berinvestasi pada saham atau reksadana saham sebanyak 30-40%, Obligasi atau reksadana pendapatan tetap 30-50% dan deposito atau pasar uang sebanyak 30-50%

Sementara itu, investor moderat bisa menanamkan investasi pada saham atau reksadana saham sebanyak 20%-30%, Obligasi atau reksadana pendapatan tetap sebanyak 20-50% dan deposito atau reksadana pasar uang 50%-60%. Bagi investor konservatif, formula portofolio menurut Endang adalah saham atau reksadana saham sebanyak 10-20%, obligasi atau reksadana pendapatan tetap sebanyak 20-30%, sisanya sebanyak 60-70% dapat disimpan sebagai deposito atau reksadana pasar uang.

Di lain pihak, Direktur bahana TCW Investment Management soni Wibowo mengatakan bahwa alokasi aset untuk portofolio yang sebaiknya diambil investor adalah 60% saham, 35% berupa obligasi dan sisanya berupa uang tunai.

Reporter: Elisabet Lisa Listiani Putri
Editor: Dessy Rosalina