Kontan Online

YUK NABUNG SAHAM

Putra daerah di balik Program Nabung Saham Lombok

Thursday, 07 December 2017 | Nisa Dwiresya Putri

KONTAN.CO.ID - PRAYA, LOMBOK TENGAH. Bursa Efek Indonesia (BEI) secara resmi melakukan pencanangan masyarakat nabung saham Kabupaten Lombok Tengah, Kamis (7/12). Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari nota kesepahaman Desa Nabung Saham antara BEI, kustodian Efek Indonesia (KSEI) , dan PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) pada Agustus 2017.

Tak ketinggalan, program ini juga dijalankan bersama Trimegah Sekuritas. Sejak penggagasan tersebut, hingga 2 Desember 2017, BEI telah melaksanakan 31 kegiatan edukasi pasar modal di 22 desa serta 35 dinas dan lembaga di lingkungan Kabupaten Lombok Tengah. Setidaknya tercatat 170 investor baru dari upaya ini.

Kesadaran berinvestasi di masyarakat nyatanya tak hanya muncul pasca sosialisasi. Pada buktinya, pencanangan masyarakat nabung saham di Lombok Tengah justru muncul atas inisiasi Arta Sasmita, sang putra daerah.

"Arta Sasmita adalah aktor dibalik acara hari ini. Terimakasih kepada Youth Brainstorming Program, 22 orang mahasiswa yang telah membantu mewujudkan program hari ini," ujar Direktur Pengembangan BEI Nicky Hogan.

Pengalaman menyenangkan Arta bermain saham selama merantau di Jakarta mendorong Arta untuk menularkan semangat menabung saham ke daerah asalnya, Lombok Tengah. Belum lagi kasus investasi bodong di wilayah tersebut yang semakin menguatkan niat Arta untuk menyampaikan keprihatinan langsung kepada bupati Lombok Tengah pun kepada BEI.

"Saya main saham sejak kukiah. Sehari bisa untung Rp 500.000-Rp 1 juta. Sementara saya enak-enak main saham di Jakarta, di Lombok justru sampai ada guru yg dibohongi investasi sampai Rp 1 miliar," kisah Arta saat ditemui di Lombok.

Bersama komunitas besutannya yang bernama Youth Brainstorming Program, Arta dan kawan-kawan menjadi perpanjangan tangan BEI dalam memberikan literasi nabung saham kepada masyarakat. Arta Sendiri adalah lulusan Program Studi Manajemen Universitas Bakrie.

Semasa kuliah ia sempat terlibat di Asean Economic Community di Filipina. Ketika pulang ke Indonesia, ia juga sempat aktif di galeri Bursa Efek Indoneisa di Jakarta.

Reporter: Nisa Dwiresya Putri
Editor: Sanny Cicilia
loading...