Kontan Online

REKOMENDASI SAHAM

Pilih-pilih saham LQ45 di musim rilis kinerja

Friday, 17 February 2017 | Elisabet Lisa Listiani Putri

JAKARTA. Satu per satu emiten yang sahamnya masuk dalam kelompok LQ45 mulai merilis kinerja 2016. Saatnya memetakan portofolio guna meraih cuan yang maksimal.

Saham PT Elnusa Tbk (ELSA) dan PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL) sepertinya bisa menjadi salah satu pertimbangan. "Karena secara valuasi, saham ini terbilang murah," kata analis NH Korindo Securities Bima Setiaji kepada KONTAN, Jumat (17/2).

Saham ELSA memiliki price earning ratio (PE Ratio) sebesar 9,86 kali, lebih murah ketimbang PE saham lain di sektor sejenis. Contoh, saham PT Medco Energy Tbk (MEDC) yang sudah mencapai 20,74 kali.

Lalu, saham SRIL yang memiliki PE ratio sebesar 6,64 kali. Level ini jauh lebih murah ketimbang pembandingnya, PT Pan Brothers Tbk (PBRX) yang memiliki PE ratio hingga 14,55 kali.

Fundamental keduanya juga menarik. ELSA tahun lalu tertekan kinerjanya karena harga minyak yang rendah di kisaran $28-$40 per barrel.

Namun, belakangan ini harga minyak kembali rebound dan bertahan di level US$ 50-US$ 54 per barel. "Jadi, ada peluang aktivitas bisnis migas ELSA bisa membaik," kata Bima.

SRIL menunjukkan sinyal kinerja yang kuat tahun lalu. Bima menilai, hal ini akan berlanjut pada tahun ini, apalagi dengan sejumlah agenda normalisasi kapasitas produksinya.

Normalisasi itu dilakukan salah satunya dengan pembangunan pabrik. Saat ini progres pabrik baru sudah masuk dalam tahap uji coba produksi, hingga pada akhir tahun nanti kapasitas produksi spinning naik 16% menjadi 645.000 bales per tahun.

Sementara waving meningkat 50% menjadi 120 juta per tahun. Dyeing/finishing naik 240 juta yard dan garmen naik 67% menjadi 30 juta potong per tahun.

Produk yang dibuat juga akan bertambah dengan nilai tambah yang lebih tinggi. Mulai dari lini pakaian fashion maupun seragam kerja, hingga membuat perlengkapan militer seperti tas, tenda, dan ponco.

Sementara di produk hulu SRIL masih menjajakan yarn, greige, dyed fabric, printed fabric. Sehingga, marjin laba SRIL tahun ini bisa mencapai sekitar 9%-9,6% karena produk dengan nilai tambah itu.

Reporter: Elisabet Lisa Listiani Putri
Editor: Yudho Winarto