Kontan Online

IHSG

IHSG bakal disetir keputusan suku bunga BI

Friday, 12 January 2018 | Riska Rahman

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menyentuh rekor di pekan ini. Sayang, rekor tersebut segera terkoreksi pada akhir pekan ini.

RTI mencatat, Jumat (12/1), IHSG ditutup melemah 16,27 poin atau 0,25% di level 6.370,06. Namun selama sepekan terakhir, indeks saham mencatat penguatan 0,26%.

Analis Paramitra Alfa Sekuritas William Siregar melihat, pergerakan IHSG didominasi pelemahan selama sepekan terakhir. "Beberapa investor akan memilih profit taking dulu setelah pada Desember 2017, IHSG berkali-kali mencetak rekor tertinggi," ujarnya, hari ini.

Sentimen hasil survei Bank Indonesia (BI) soal kegiatan dunia usaha kuartal IV-2017 yang tumbuh lebih lambat dibanding kuartal sebelumnya, dinilai turut membuat IHSG melemah pekan ini. Investor cenderung wait and see sepekan ini. Tetapi menariknya, asing masih masuk ke pasar saham domestik dan kerap mencatatkan net buy pada pekan ini.

Sementara, analis Binaartha Parama Sekuritas M. Nafan Aji menilai, pergerakan IHGS sepekan terakhir didorong sentimen dari dalam maupun luar negeri. "Dari dalam negeri, data cadangan devisa dan penjualan eceran yang berada di atas ekspektasi pasar mendorong laju indeks positif. Namun, pelemahan bursa regional Asia di pertengahan pekan ini menyebabkan IHSG jadi melemah yang berlanjut hingga akhir pekan ini," paparnya.

Ia memperkirakan, IHSG pekan depan berpotensi menguat meskipun terbatas. Beberapa hal yang mampu mempengaruhi pergerakan indeks diantaranya stabilitas harga komoditas dunia serta hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI, yang mungkin akan mempertahankan suku bunga acuan di level 4,25%. Neraca perdagangan pun diprediksi masih berada di posisi surplus, sehingga mampu mendorong laju IHSG pekan depan.

Namun, William memprediksi IHSG akan bergerak sideways. Meskipun RDG BI pertama di tahun ini akan dijadwalkan pekan depan, hal ini nampak belum bisa meningkatkan rasa percaya diri investor lantaran minimnya kemungkinan BI untuk kembali meningkatkan suku bunga acuan.

Reporter: Riska Rahman
Editor: Dupla Kartini
loading...