Kontan Online

INITIAL PUBLIC OFFERING (IPO)

Cahayasakti akan IPO, ini rekomendasi para analis

Friday, 21 April 2017 | Klaudia Molasiarani

JAKARTA. Anak usaha Olympic Group, PT Cahayasakti Investindo Sukses Tbk berencana melantai di Bursa Efek Indonesia. Rencananya, perseroan bakal melakukan IPO maksimal 207 juta lembar saham baru atau setara dengan 15,84% dari modal ditempatkan dan disetor penuh pada tanggal 3-5 Mei 2017.

Dengan rentang harga penawaran umum berkisar Rp 650 hingga Rp 960 per saham, perusahaan furnitur yang kini menggarap proyek properti, membidik dana segar sekitar Rp 175,5 miliar hingga Rp 259,2 miliar.

Lukas Maulana Jusuf, Direktur Keuangan PT Cahayasakti Investindo Sukses Tbk bilang, nantinya, dana hasil IPO akan digunakan untuk modal kerja sebesar 78%, sebesar 10% untuk pembayaran sebagian pokok utang, dan 12% untuk belanja modal. an menunjuk Ciptadana Sekuritas Asia sebagai penjamin pelaksana efek.

Direktur Ciptadana, John Teja bilang, harga IPO yang ditawarkan mencerminkan Price to Earning Ration (PER) Tahun 2017 sebesar 14X hingga 20X.Sementara price to book value (PBV) 5,8X hingga8,7X."Saham ini akan ditawarkan ke investor lokal, terutama investor institusi," katanya di Jakarta, Senin (17/4).

Sebagai gambaran, sejak berdiri tahun 1995, perseroan memfokuskan usahanya dalam bidang proyek atau kontraktor untuk pekerjaan furnitur custom made untuk interior. Tahun 2016, perseroan mulai bergerak di bidang usaha jasa konstruksi umum dengan mendirikan entitas anak, yaitu PT Olympic Bangun Persada dan PT Olympic Bogor City.

Hingga saat ini, proyek konstruksi yang sudah dibangun di antaranya Hotel Olympic Renotel dan Condotel Olympic yang berlokasi di Sentul Utara.

Reza Priyambada, Analis Binaartha Parama Sekuritas bilang, sektor konstruksi maupun properti di Tanah Air masih akan baik ke depannya. Apalagi, sarana infrastruktur di Indonesia saat ini masih banyak yang kurang, seperti jalan raya, jalan tol, maupun infrastruktur bangunan.

“Sehingga, potensi untuk mengembangkan infrastruktur terbuka lebar,” ujar Reza. Namun lanjut dia, pembebasan lahan dan syarat administrasi lainnya dinilai bakal menjadi katalis negatif yang akan memengaruhi sektor ini ke depan.

Setali tiga uang, menurut Bima Setiaji, Analis NH Korindo Sekuritas, secara prospek saham ini masih cukup baik karena dana hasil IPO digunakan untuk membangun proyek infrastruktur di Olympic City. "Proyek itu kan termasuk salah satu proyek besar di Bogor, jadi saya rasa prospek mereka cukup menarik," ujar Bima.

Secara umum, Bima melihat mulai ada potensi perbaikan marketing sales pada sektor ini di tahun 2017 dibantu dengan selesainya program Tax Amnesty, suku bunga acuan yang masih bertahan rendah, dan tingkat keyakinan konsumen yang mencapai level tertinggi serta kondisi ekonomi Indonesia yang membaik.

Dia memprediksi pendapatan perseroan tahun ini bisa mencapai Rp 500 miliar. Namun, minimnya pengalaman perseroan dalam mengelola bisnis properti menjadi tantangan tersendiri bagi manajemen. Sementara dari sisi furniture, kata Bima, manajemen harus memperhatikan isu impor furnitur dari luar negeri seperti China yang dijual lebih murah.

Adapun harga saham IPO tersebut, lanjut Bima, secara valuasi tergolong mahal karena PBV sudah mencapai 5,8X dan PER 20X. Dia melihat ada potensi harga saham setelah IPO menurun mengingat valuasi yang sudah mahal tersebut. "Harga sahamnya sangat premium kalau dibandingkan industri," ujarnya.

Sehingga, Bima merekomendasikan untuk hold saham IPO PT Cahayasakti Investindo Sukses Tbk. Sementara Reza menyarankan agar investor memanfaatkan hari pertama IPO dengan membeli saham tersebut.

 

Reporter: Klaudia Molasiarani
Editor: Sanny Cicilia
loading...